Para pendidik perlu memahami dan
mengetahui bagaimana caranya
berinteraksi dengan anak. Pendidik juga harus mampu menghayati karakteristik
anak keunikan setiap anak yang ada dalam pengasuhannya. Pengetahuan tentang
karakteristik perkembangan dan cara belajar anak memberikan kontribusi terhadap
pendidik dalam menyelenggarakan pendidikan di Taman Kanak-kanak.
Hal lain yang perlu dipahami pendidik
adalah tentang prinsip-prinsip perkembangan anak. Pemahaman tentang
prinsip-prinsip perkembangan anak dan karakteristik khusus dalam rentang usia
tertentu yang dimiliki anak akan mampu membantu para pendidik untuk mengenal
kebiasaan-kebiasaan diantara anak.
Pemahaman guru tentang perkembangan
anak adalah sebagai dasar untuk merancang kegiatan-kegiatan yang akan diberika
kepada anak-anak. Pengetahuan tentang perkembangan anak membantu para pendidik
merancang strategi, bahan, interaksi, dan lingkungan belajar yang aman, sehat,
menarik, dan menantang anak. Prinsip-prinsip perkembangan anak tersebut, yaitu
:
1. Anak berkembang secara holistik
Terdapat
hubunga yang sangat erat antara aspek perkembangan estetis, afektif, kognitif,
bahasa, fisik dan sosial anak. Tidak ada satu aspek perkembangan pun yang
terpisah antara satu dengan yang lainnya. Sebagai contoh seorang guru yang
mengamati anak muridnya yang bermain sepak bola dengan sangat gembira dapat
dikategorikan kegiatan tersebut sebagai kegiatan fisik motorik murni, akan
tetapi kemampuan anak bermain sepak bola dipengaruhi oleh berbagai proses
perkembangan, yang meliputi :
§ Estetis :
mengapresiasi keindahan gerakan pemain lain, menyenangi irama permainan.
§ Afektif :
menunjukkan ketidaksetujuan terhadap orang luar yang ikut campur tangan,
menerima kritik dan keluhan pemain lain, dan mengekspresikan kegembiraan dan
kemarahan.
§ Kogntifi
: menentukan banyaknya pemain yang boleh ada di ruangan atau tempat tertentu,
mengingat siapa yang telah mendapat kartu kuning, menganalisis bagaimana
mengatur pihak lawan akan melakukan penyerangan.
§ Bahasa :
menggunakan kata-kata untuk menjelaskan peraturan, merespon arahan guru sebagai
pelatih.
§ Fisik :
berlari, melempar, dan menendang bola.
§ Sosial :
bekerja sama mengatur serangan dan menjaga daerah pertahanan.
Berdasarkan
uraian diatas dapat dikemukakan bahwa aspek perkembangan yang satu mempengaruhi
perkembangan yang lainnya, proses sosial membentuk proses kognitif, proses
kognitif meningkatkan kemampuan sosial, proses fisik mempengaruhi bahasa dan
kognisi. Dengan demikian perlu dipahami bahwa ketika kita berpikir tentang anak
sebaiknya diingat bahwa mereka adalah manusia secara keseluruhan yang semua
aspek perkembangannya perlu difasilitasi pendidik sehingga mencapai tingkat
perkembangan yang optimal.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kadang-kadang pendidik lebih memandang istimewa
satu aspek perkembangan tertentu,
misalnya hanya menekankan keterampilan kognitif dan kurang memperhatikan
aspek lainya seperti keterampilan emosi dan sosial. (Spodek,1986). Ini jelas
bertentangan dengan prinsip perkembangan anak usia dini.
2. Perkembangan terjadi dalam urutan yang
teratur
Perubahan
terjadi secara teratur dalam arah yang relatif dapat diprediksi. Misal, sebelum
seorang anak dapat berjalan, pertama-tama anak belajar mengangkat kepalanya,
kemudian duduk tegak, merangkak, berdiri dengan bantuan dan kemudian berdiri
tanpa bantuan.
Implikasinya
dalam pembelajaran adalah sebagai berikut :
-
Pendidik hendaknya dapat mengamati dan memahami
perkembangan setiap anak secara cermat sehingga familiar dengan urutan
perkembangan yang relevan dalam setiap domain.
-
Para pendidik hendaknya menggunakan pengetahuan
tentang perkembangan anak untuk menentukan kebutuhan anak secara individual.
-
Guru hendaknya menggunakan pemahaman tentang
perkembangan anak untuk menentukan pemahaman dan perilaku baru yang secara
logis dapat meningkatkan kebermaknaannya bagi anak.
-
Guru hendaknya menolak hal-hal yang terlalu menekan
anak untuk mempercepat perkembangannya, misal yang berhubungan dengan
pengenalan huruf, ejaan, angka, atau menulis dengan tangan.
3. Perkembangan anak berlangsung pada tingkat
yang beragam di dalam dan diantara anak
Setiap anak berkembang sesuai dengan dirinya sendiri. Tidak
ada dua anak yang sama persis, meskipun kembar identik. Perbedaan itu berkaitan
dengan aspek fisik seperti warna kulit, tinggi dan berat badan, warna rambut,
maupun aspek psikis seperti kecerdasan, bakat, minat, dan kebutuhan.
Perbedaan dalam perkembangan berlangsung dalam dua cara yaitu
intrapersonal dan interpersonal. Variasi intrapersonal misalnya seseorang bayi
mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dalam aspek fisiknya, meskipun
perkembangan bahasa juga mengalami kemajuan namun relatif lebih lambat. Variasi
interperonal, maksudnya anak-anak pada usia yang sama menunjukkan perkembangan
yang berbeda-beda.
Implikasinya bagi pendidik adalah :
§ Guru
hendaknya meolok konsep atau prinsip pendidikan yang memfokuskan pada salah
satu dimensi tunggal misalnya tes IQ.
§ Guru
hendaknya mengamati anak-anak untuk menemukan pola-pola tingkah laku setiap
anak dalam aspek perkembangan yang bervariasi.
§ Guru
hendaknya merancang jadwal kegiatan yang memberikan kesempatan kepada anak
untuk melakukan kegiatan menyesuaikan diri, serta mengubah jadwal itu secara
bervariasi untuk memenuhi kebutuhan anak.
§ Kegiatan
kelas dirancang sedemikian rupa untuk mencapai tujuan yang beraneka ragam.
§ Guru
hendaknya mengulang kegiatan lebih dari satu kali dalam setahun dengan metode
yang bervariasi.
§ Para guru
hendaknya mendokumentasikan catatan perkembangan anak berdasarkan hasil
pengamatannya dari satu fase perkembangan ke fase perkembangan lainnya.
4. Perkembangan baru didasarkan pada
perkembangan sebelumnya
Perkembangan didasarkan pada masa lalu, sekarang dan masa
datang. Kemampuan anak untuk memahami hal-hal baru didasari oleh kesiapan yang
telah ada dalam diri anak.
Implikasinya dalam pembelajaran yaitu :
§ Guru
hendaknya berinteraksi dengan anak dan mengamati mereka untuk menemukan apa
yang dapat mereka ketahui dan apa yang dapat mereka lakukan.
§ Guru
merencanakan pembelajaran yang didasarkan pada tingkat pemahaman dan perilaku
yang ditunjukkan setiap anak.
§ Perbanyak
kesempatan yang dapat dilakukan oleh anak untuk mengeksplorasi dan
mempraktekkan apa yang telah mereka pelajari sebelumnya.
§ Guru
membantu anak untuk membuat hubungan antara pengalaman baru dengan pengalaman
sebelumnya dan mendukung perkembangan menuju konsep atau keterampilan yang
lebih kompleks.
5. Perkembangan mempunyai pengaruh yang bersifat
kumulatif
Pengalaman
yang dilalui seseorang mempunyai pengaruh positif maupun negatif terhadap
perkembangan selanjutnya dan sangat bergantung pada keadaan.
Lilian
katz dan Sylvia Chard menggambarkan suatu kasus untuk mempertimbangkan pengaruh
negatif jangka panjang dari praktek-praktek
pembelajaran disekolah yang sering memberikan lembar kerja setiap hari
kepada anak-anak. Para guru yang tidak memahami akibat-akibat dari penggunaan
teknik-teknik sporadis seperti itu mungkin memandang hal itu tidak berbahaya
bagi anak. Tetapi jika teknik itu sering digunakan maka akan mengakibatkan anak
kurang dapat mengembangkan kemampuan intelektualnya, atau mereka akan mengalami
hambatan dalam perkembangan intelektualnya.
Implikasinya
dalam pembelajaran adalah :
§ Para guru
hendaknya mempertimbangkan pengaruh jangka pendek maupun jangka panjang dari
pengalaman anak.
§ Hendaknya
dilakukan penelitian jangka panjang (studi longitudinal) tentang cara belajar
anak.
§ Praktek
pendidikan yang berorientasi perkembangan hendaknya dijelaskan kepada orangtua,
teman sejawat dan para pembuat keputusan untuk mendukung perkembangan dan
belajar anak.
Referensi : Yamin, Martinis. 2013. Panduan PAUD Pendidikan Anak Usia Dini. Ciputat : Gaung Persada Press Group
Tidak ada komentar:
Posting Komentar